Friday, April 25, 2014

IKLAN

Memang salah satu strategi pemasaran jitu adalah iklan yang berkesan sehingga penonton televisi gampang ingat dengan produk yang dipasarkannya melalui tayangan serta kiasan kata-kata lucu.
Tapi gak jarang juga sih akhirnya mereka malah bikin iklan yang norak, aneh, bahkan porno! Dari Iklan biskuit coklat yang menggunakan kata gigit dan sedot ujungnya, iklan pompa air yang menayangkan wanita sexy lagi basah-basahan, ada lagi iklan gula yang seperti mengajak semua orang berdiabetes massal. Belum lagi iklan profil calon politik yang "meng-ambigukan" kata-kata semboyan partai yang terkesan tidak ada valuenya.
Ini nih yang bikin aku bingung  kenapa kok berbagai macam publikasi kadang mempertaruhkan reputasi perusahan atau bahkan citra orang yang dituju. padahal seperti contohnya iklan pencalonan capres dari salah satu partai yang iklannya terkesan maaf, "kurang berkelas" maksud dan isi pesannya. Seharusnya mereka tau, untuk menarik pandangan orang, buatlah iklan dengan isi pesan yang sesuai dengan intelegensi dari pemilihan kata-kata yang baik, lha jangan malah bikin yang liat malah jadi gak simpatik, malah bahkan merasa "bising" dengan  iklan tersebut. Seakan-akan mereka cuma fokus sama iklannya aja, dipikir kalau diadakan pengulangan iklan secara terus-menerus orang akan melihat dengan "ikhlas" tayangan itu? atau memilih caleg / capres tersebut? gak janji! bahkan saya pernah terganggu sama salah satu iklan partai yang bunyinya "pan..pan..delapaaaaan!" begitu denger nadanya langsung switch channel.

Well, yang paling mengerikan adalah memasukan unsur porno kedalam iklan. Belum tentu yang orang lihat itu produknya. Sangat memungkin sekali kalau iklan itu menggundang tindakan pornografi juga, misalnya karena "terpancing" melihat keseksian tubuh wanita di iklan pompa air yang lagi basah-basahan dia malah merefleksikan hasratnya keorang lain, apalagi seperti kasus yang booming belakangan, tentang pelecehan seksual anak dibawah umur.
Beraharap, pihak perizinan iklan harus lebih selektif "melepaskan" iklan yang mau dipublikasikan ke khalayak.